Bingung

Pencarian

Senin, 31 Desember 2012

REVIEW VIII


JOURNAL 3


PENUTUP
A. KESIMPULAN :
Berdasarkan hasil analisis di beberapa koperasi sebagai sampel adalah beberapa Koperasi di Kabupaten Klaten yang cukup besar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Dizaman perkembangan teknologi ini karyawan koperasi sudah mengenal adanya komputer, hal ini dapat dilihat dari tabel 1 degan hasil survey yang menunjukan 100% responden telah mengenal komputer, maka koperasi tersebut termasuk criteria baik
2. Sistem akuntansi komputer sudah diterapkan di sebagian besar koperasi, hal ini dapat dilihat dari hasil tabel 2 yang menunjukan 87,8% responden dari keseluruhan sempel telah menerapkan system akuntansi komputer, maka koperasi tersebut termasuk criteria baik
3. Para karyawan koperasi sudah cukup mahir dalam mengoperasikan komputer, hal ini dapat di lihat dari hasil tabel 3 yang menunjukan 80,5% responden telah mampu mengoperasikan computer, maka koperasi tersebut termasuk criteria baik.
4. Para karyawan koperasi yang belum dapat mengoperasikan computer akan mendapat pelatihan khusus agar dapat mengoperasikan computer dengan baik, hal ini dapat dilihat dari hasil tabel 4 dimana 43.9% responden beranggapan perlu dengan adanya pelatihan bagi karyawan koperasi tentang pengoperasian komputer, maka koperasi tersebut termasuk criteria kurang baik
5. Disetiap pekerjaan koperasi sering menggunakan komputer karena dengan komputer pekerjaan terasa lebih mudah hal ini dapat dilihat dari hasil tabel 5 dimana 56,1% responden sangat sering dalam menggunakan komputer, maka koperasi tersebut termasuk criteria cukup
6. Dalam proses pengolahan data para karyawan koperasi sering menggunakan komputer dalam pelaksanaannya, sebab hasil yang didapat akan lebih akurat, hal ini dapat dilihat dari hasil tabel 6 yang menunjukan bahwa responden 51,5% menjawab sangat sering, maka koperasi tersebut termasuk kurang baik
7. Dalam penerapan system computer pada koperasi dirasakan sangat perlu, sebab untuk mempermudah dalam setiap proses pengolahan data. Hal ini dapat dilihat pada table 7 dimana 63,4% responden beransumsi penerapan sistem computer dirasa sangat perlu, maka koperasi tersebut termasuk dalam criteria cukup
8. Dengan menggunakan computer mempermudah pekerjaan karyawan sebab waktu yang ditempuh lebih cepat dan tidak menghabiskan banyak tenaga. Hal ini dapat dilihat pada tabel 8 yang menunjukan 75,6% responden berasumsi penggunaan computer mempermudah pekerjaan, sehingga koperasi tersebut termasuk dalam criteria baik
9. Dengan memanfaatkan computer, data yang dihasilkan lebih akurat dan tingkat kesalahan dalam pengolahan data dapat lebih diminimalkan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 9 dimana 100% responden berasumsi bahwa dalam pengolahan data dengan computer data yang dihasilkan lebih akurat. Sehingga koperasi tersebut termasuk dalam criteria baik
10.Dalam menggunakan computer para user sering mengalami hambatan. Tetapi pada tabel 10 para user justru jarang mengalami hambatan, sebesar 70,7% responden dalam pengguaan computer jarang menemukan hambatan yang menyebabkan terganggunya pekerjaan. Sehingga koperasi tersebut termasuk dalam cukup
11.Dalam hasil survey didapat hasil yang menunjukan bahwa pemanfaatan computer perlu lebih dimaksimalkan pada karyawan dalam penyelesaian pekerjaan. Hal ini dapat dilihat dari table 11 dimana sebesar 58,5% responden sangat setuju jika pemanfaatan computer oleh karyawan dalam penyelesaian pekerjaan perlu dimaksimalkan. Sehingga koperasi tersebut termasuk dalam cukup
B. SARAN
Dari kesimpulan hasil analisis penelitian pada Koperasi di Kabupaten Klaten, maka dapat diperoleh beberapa saran sebagai berikut:
1. Meskipun computer bukanlah barang asing bagi setiap orang, tetapi dalam faktanya orang yang tahu computer belum tentu dapat menggunakannya. Sehingga perlu pengenalan computer lagi yang memungkinkan orang tidak hanya tahu computer terapi juga dapat menggunakannya.
2. System akuntansi computer telah diterapkan disebagian besar koperasi. Akan tetapi hal itu masih harus lebih ditingkatkan, sehingga penggunaan system akuntansi computer jauh lebih efektif dan efisien.
3. Perlu peningkatan sumber daya manusia dalam penggunaan dan pemanfaatan computer supaya dalam pengolahannya lebih maksimal.
4. Pelatihan penggunaan computer dirasa sangat perlu untuk mendukung para karyawan yang masih belum memahami pemanfaatan computer itu sendiri.
5. Penggunaan computer dapat mempermudah pekerjaan yang dikerjakan sehingga perlu peningkatan dalam pemanfaatan computer.
6. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pengolahan data maka diperlukan alat yang dapat mempermudah dan mempercepat proses pengolahan, untuk itu diperlukan tenaga yang cukup mampu untuk mengoperasikan computer. Hal ini dapat didukung dengan adanya pemakaian computer untuk mendapatkan hasil yang lebih efisien dan sumber daya manusia yang cukup handal.
7. Penerapan computer dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang berhubungan dengan pengolahan data maupun yang berhubungan dengan computer. Sehingga penerapan computer dalam kehidupan sehari-hari perlu dimaksimalkan.
8. Pemanfaatan computer yang dapat mempermudah pekerjaan adalah sebagian dari manfaat computer itu sendiri, sehingga pemanfaatan computer harus dimaksimalkan.
9. Dalam memperoleh hasil pengolahan data melalui computer dirasa dapat menjadi lebih mudah, karena data yang diperoleh lebih akurat. Sehingga dalam mengolah data harus lebih teliti dan cermat supaya hasil yang diperoleh tidak salah.
10.Tidak perlu dipungkiri bila dalam penggunaan suatu computer dapat mengalami kendala. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang dapat meminimalkan resiko hambatan dalam penggunaan computer itu sendiri.
11.Dalam sebuah koperasi maupun lembaga instansi lainnya, penggunaan computer bukanlah hal yang luar biasa lagi, melainkan suatu hal yang memang harus sudah dimengerti oleh para karyawannya. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan mempercepat proses pengolahan data. Untuk itu, penerapan computer perlu dimaksimalkan dalam setiap penelesaian pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Addul Hakim,1995, Akuntansi Manajemen, BPFE : Yogyakarta

Baswir, Revrisond, 1997, Koperasi Indonesi, BPFE : Yogyakarta

George H. Bodnar, 1991, Sistem Informasi Akuntansi, Salemba Empat : Jakarta.

Nazir, Moh,1998, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia : Jakarta

R Cooper, Donald, dan C William Emory, Metode Penelitian Bisnis, 1996, Jakarta

Reksohadiprodjo, Sukanto, 1998, Manajemen Koperasi, Edisi 5, BPFE : Yogyakarta

Sugiyono, Metodologi Administrasi, Alfabet : 2002, Bandung

Sugiyono, 2002, Metodologi Penelitian Adminitrasi, Alfabet : Bandung.

S. Ariffin, Sri Djatnika dan Ropke,J, 2001; Ekonomi Koperasi : Salemba Empat : Jakarta.

www.google.co.id (tekhnologi informasi


   Nama : Idham Fiqi 
   NPM : 23211462 / 2EB09
   Tahun : 2012

REVIEW VII



JOURNAL 3


METODE PENELITIAN

A. LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian tang dipilih penulis adalah Koperasi di Kabupaten Klaten.

B. JENIS DAN SUMBER DATA
1. Data Primer Adalah data yang berasal dari sumber asli yang dikumpulkan berupa data yang ada di    koperasi Kabupaten Klaten.
2. Data Sekunder Adalah data yang berasal dari acuan buku-buku.

C. METODE PENGUMPULAN DATA
1. KUESIONER
Yaitu dengan menyebarkan angket yang diisi oleh karyawan di koperasi kabupaten Klaten.
2. WAWANCARA
Melakukan wawancara dengan pimpinan, staf, dan karyawan koperasi di Kabupaten Klaten.

D. METODE ANALISIS
Kuesioner terdiri dari 11 pertanyaan dengan menggunakan skala dummy, yaitu membuat pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti yang terdiri dari item yang cukup jelas sesuai pilihan jawaban yang tersedia. Responden diminta untuk memberi tanda X pada jawaban yang tersedia. Skor masing-masing item adalah 1. Total nilai dari masing-masing responden adalah penjumlahan  masingmasing item jawaban dari responden tersebut. Dari semua skor item yang memiliki nilai tersebut  kemudian diprosentasekan sebagai pengukur populasi yang ada. Berikut merupakan pengelompokan daftar pertanyaan atau kuesioner dan penjelasannya :
1. Pertanyaan nomor 1 sampai dengan 4 adalah tentang pengenalan atau pengetahuan responden terhadap komputer.
2. Pertanyaan nomor 5 sampai dengan 6 adalah tentang sikap atau manfaat dalam penggunaan komputer.
3. Pertanyaan nomor 7 sampai dengan 11 adalah tentang penerapan komputer dalam koperasi.

Penelompokan pertanyaan tersebut dilakukan agar jelas manfaat untuk tiap-tiap pertanyaan. Untuk mengetahui valid atau tidaknya data yang terkumpul, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Setelah data penelitian terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penilaian untuk analisa data. Dalam angket yang telah dibuat dan didapatkan hasilnya kemudian dibuatkan skor. Untuk masing-masing jawaban skornya adalah 1, kemudian skor masing-masing item tersebut dijumlahkan sehingga tercapai skor untuk masing-masing responden, berdasarkan prosentase jumlah skor tersebut dinilai dengan criteria yaitu :
a. Baik, bila prosentasenya (76%- 100%)
b. Cukup, bila prosentasenya (56%- 75%)
c. Kurang baik, bila prosentasenya (40%-55%)
d. Tidak baik, bila prosentasenya (kurang dari 40%)
Sumber : R Cooper, Donald, dan C William Emory, Metode Penelitian Bisnis, 1996, Jakarta Sugiyono, Metodologi  Administrasi, Alfabet : 2002, Bandung

PEMBAHASAN
A. Identitas koperasi/responden
Dari penelitian yang dilakukan di Klaten pada tanggal 20 Desember 2010, identitas koperasi berdasarkan criteria sebagai berikut :
1. Berdasarkan kelengkapan jawaban
a. Syah : 41
b. Tidak Syah : 2
2. Berdasarkan hukum
a. Berbadan hukum : 36
b. Tidak berbadan hukum : 5
3. Berdasarkan jenisnya
a. Koperasi simpan pinjam : 27
b. Koperasi serba usaha : 14
Total responden : 41
B. Pembahasan
Pembahasan berdasarkan dari hasil questioner yang telah dilakukan pada tanggal 20 Desember 2010, sbb :
1. Item no 1 : Apakah Anda mengenal
tentang computer ?

 












Dari tabel 1 menunjukan bahwa pertanyaan no 1 terdapat 41 responden (100%) menjawab “ya”,dan 0 eponden (0%) yang menjawab “tidak “. Dengan demikian menunujukan bahwa sebagian besar karyawan koperasi di Kabupaten Klaten mengenal tentang komputer.

2. Item no 2: Apakah sudah diterapkan sistem akuntansi komputer dalam koperasi ini ?























Dari tabel 2 menunjukan bahwa terdapat 36 (87,8%) responden yang menjawa “ya“, 5 (12,2%) responden  yang menjawab “tidak“, dan 0 (0%) responden yang menjawab “tidak tahu”.
Dengan demikian menunjukan bahwa sebagian besar koperasi yang berada di Kabupaten Klaten sudah menerapkan system akuntansi komputer dalam koperasi.

3. Item no 3: Apakah seluruh karyawan dapat mengoperasikan komputer ?
 













 







Dari tabel 3 menunjukan bahwa terdapat 33 (80,5%) responden yang menjawab “ya”, 8 (19,5%) responden yang menjawab “tidak “,0 (0%) responden yang menjawab “tidak tahu “.
Dengan demikian menunjukan bahwa sebagian besar koperasi di Kabupaten Klaten seluruh karyawannya dapat menggunakan komputer.

4. Item no 4 : Apakah karyawan perlu mendapatkan pelatihan tentang pengoperasian computer?



















Dari tabel 4 menunjukan bahwa terdapat 14 (34,1%) responden yang menjawab “sangat perlu“, 18 (43,9%) responden yang menjawab “perlu“, 7 (17,1%) responden yang menjawab “tidak perlu“, dan 2 (4,9%) responden yang menjawab “kurang perlu“. Dengan demikian menunjukan bahwa sebagian besar koperasi di Kabupaten Klaten perlu memberikan pelatihan tentang pengoperasian komputer kepada karyawan.


   Nama : Idham Fiqi 
   NPM : 23211462 / 2EB09
   Tahun : 2012