Bingung

Pencarian

Sabtu, 08 November 2014

ETIKA DALAM AUDITING

1.      Kepercayaan publik
Kepercayaan masyarakat umum  sebagai pengguna jasa audit atas independen sangat penting bagi perkembangan profesi akuntan publik. Kepercayaan masyarakat akan menurun jika terdapat bukti bahwa independensi auditor ternyata berkurang, bahkan kepercayaan masyarakat juga bisa menurun disebabkan oleh keadaan mereka yang berpikiran sehat (reasonable) dianggap dapat mempengaruhi sikap independensi tersebut. Untuk menjadi independen, auditor harus secara intelektual jujur, bebas dari setiap kewajiban terhadap kliennya dan tidak mempunyai suatu kepentingan dengan kliennya baik merupakan manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan. Kompetensi dan independensi yang dimiliki oleh auditor dalam penerapannya akan terkait dengan etika. Akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga standar perilaku etis tertinggi mereka kepada organisasi dimana mereka bernaung, profesi mereka, masyarakat dan diri mereka sendiri dimana akuntan mempunyai tanggung jawab menjadi kompeten dan untuk menjaga integritas dan obyektivitas mereka.
(Nugrahiningsih, 2005 dalam Alim dkk 2007).

2.      Tanggung Jawab Auditor Kepada Publik

   Profesi akuntan di dalam masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib dengan menilai kewajaran dari laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan. Ketergantungan antara akuntan dengan publik menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Dalam kode etik diungkapkan, akuntan tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap klien yang membayarnya saja, akan tetapi memiliki tanggung jawab juga terhadap publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani secara keseluruhan. Publik akan mengharapkan akuntan untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan integritas, obyektifitas, keseksamaan profesionalisme, dan kepentingan untuk melayani publik. Para akuntan diharapkan memberikan jasa yang berkualitas, mengenakan jasa imbalan yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa dengan tingkat profesionalisme yang tinggi. Atas kepercayaan publik yang diberikan inilah seorang akuntan harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasinya untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
Justice Buger mengungkapkan bahwa akuntan publik yang independen dalam memberikan laporan penilaian mengenai laporan keuangan perusahaan memandang bahwa tanggung jawab kepada publik itu melampaui hubungan antara auditor dengan kliennya. Akuntan publik yang independen memiliki fungsi yang berbeda, tidak hanya patuh terhadap para kreditur dan pemegang saham saja, akan tetapi berfungsi sebagai ”a public watchdog function”. Dalam menjalankan fungsi tersebut seorang akuntan harus mempertahankan independensinya secara keseluruhan di setiap waktu dan memenuhi kesetiaan terhadap kepentingan publik. Hal ini membuat konflik kepentingan antara klien dan publik mengenai konfil loyalitas auditor.
Hal serupa juga diungkapan oleh Baker dan Hayes, bahwa seorang akuntan publik diharapkan memberikan pelayanan yang profesional dengan cara yang berbeda untuk mendapatkan keuntungan dari contractual arragment antara akuntan publik dan klien.
Ketika auditor menerima penugasan audit terhadap sebuah perusahaan, hal ini membuat konsequensi terhadap auditor untuk bertanggung jawab kepada publik. Penugasan untuk melaporkan kepada publik mengenai kewajaran dalam gambaran laporan keuangan dan pengoperasian perusahaan untuk waktu tertentu memberikan ”fiduciary responsibility” kepada auditor untuk melindungi kepentingan publik dan sikap independen dari klien yang digunakan sebagai dasar dalam menjaga kepercayaan dari publik.

3.      Tanggung Jawab Dasar Auditor
The Auditing Practice Committee, yang merupakan cikal bakal dari Auditing Practices Board, ditahun 1980, memberikan ringkasan (summary) mengenai tanggung jawab auditor:
  •       Perencanaan, Pengendalian dan Pencatatan. Auditor perlu merencanakan, mengendalikan dan mencatat pekerjannya.
  •       Sistem Akuntansi. Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
  •       Bukti Audit. Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk memberikan kesimpulan rasional.
  •       Pengendalian Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan pada pengendalian  internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu dan melakukan compliance test.
  •          Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjau ulang laporan keuangan yang relevan seperlunya, dalam hubungannya dengan kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti audit lain yang didapat, dan untuk memberi dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.

4.      Independensi auditor
Independensi merupakan dasar dari profesi auditing. Hal itu berarti auditor akan bersifat netralterhadap entitas, dan oleh karena itu akan bersifat objektif. Publik dapat mempercayai fungsi auditkarena auditor bersikap tidak memihak serta mengakui adanya kewajiban untuk bersiikap adil. Entitasadalah klien auditor, namun CPA memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada para penggunalaporan auditor yang jelas telah diketahui. Auditor tidak boleh memposisikan diri atau pertimbangannyadi bawah kelompok apapun dan siapapun. Independensi, integritas dan objektivitas auditor mendorongpihak ketiga untuk menggunakan laporan keuangan yang tercakup dalam laporan auditor dengan rasa yakin dan percaya sepenuhnya.

5.      Peraturan Pasar Modal dan Regulator mengenai independensi akuntan public.
Pada tanggal 28 Pebruari 2011, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) telah menerbitkan peraturan yang mengatur mengenai independensi akuntan yang memberikan jasa di pasar modal, yaitu dengan berdasarkan Peraturan Nomor VIII.A.2 lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep-86/BL/2011 tentang Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa di Pasar Modal. Seperti yang disiarkan dalam Press Release Bapepam LK pada tanggal 28 Pebruari 2011, Peraturan Nomor VIII.A.2 tersebut merupakan penyempurnaan atas peraturan yang telah ada sebelumnya dan bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi Kantor Akuntan Publik atau Akuntan Publik dalam memberikan jasa profesional sesuai bidang tugasnya. Berikut adalah keputusannya :
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP- 20 /PM/2002

Contoh Kasus Etika Auditing
Frank Dorrance, seorang manajer audit senior untuk Bright and Lorren,CPA baru saja diinformasikan bahwa perusahaan berencana untuk mempromosikannya menjadi rekanan pada 1 atau 2 tahun ke depan bila ia terus memperlihatkan tingkat mutu yang tinggi sama seperti masa sebelumnya. Baru saja Frank ditugaskan untuk mengaudit Machine International sebuah perusahaan grosir besar yang mengirimkan barang keseluruh dunia yang merupakan klien Bright and Lorren yang bergengsi. Selama audit, Frank menentukan bahwa Machine International menggunakan metode pengenalan pendapatan yang disebut “tagih dan tahan” yang baru saja dipertanyakan oleh SEC. Setelah banyak melakukan riset, Frank menyimpulkan bahwa metode pengenalan pendapatan tidaklah tepat untuk Machine International. Ia membahas hal ini dengan rekanan penugasan yang menyimpulkan bahwa metode akuntansi itu telah digunakan selama lebih dari 10 tahun oleh klien dan ternyata tepat. Frank berkeras bahwa metode tersebut tepat pada tahun sebelumnya tetapi peraturan SEC membuatnya tidak tepat tahun ini. Frank menyadari tanggung jawab rekan itu untuk membuat keputusan akhir, tetapi ia merasa cukup yakin untuk menyatakan bahwa ia merencanakan untuk mengikuti persyaratan SAS 22 (AU 311) dan menyertakan sebuah pernyataan dalam kertas kerja bahwa ia tidak setuju dengan keputusan rekannya. Rekan itu memberitahukan Frank bahwa ia tidak akan mengizinkan pernyataan demikian karena potensi implikasi hukum. Namun, ia mau menulis sebuah surat kepada Frank yang menyatakan bahwa ia mengambil tanggung jawab penuh untuk keputusan akhir bila timbul suatu permasalahan hukum. Ia menutup dengan mengatakan, “Frank, rekan harus bertindak seperti rekan. Bukan seperti meriam lepas yang berusaha untuk membuat hidup menjadi sulit bagi rekan mereka. Anda masih harus bertumbuh sebelum saya merasa nyaman dengan anda sebagai rekan.”
Solusi yang dapat saya berikan:
    Pada kasus di atas, kita dapat menggunakan pendekatan enam langkah untuk menyelesaikan dilema etis tersebut, antara lain :
 Terdapat fakta-fakta yang relevan. Dalam kasus ini, fakta-fakta tersebut adalah :
Metode pengenalan pendapatan yang digunakan Machine International merupakan metode yang dipertanyakan oleh pihak SEC.
      Setelah melakukan riset, Frank menemukan bahwa metode tersebut tidak sesuai bagi Machine Internatioal. Frank mengetahui bahwa metode tersebut memang tepat pada tahun sebelumnya tetapi peraturan SEC membuatnya tidak tepat tahun ini. Frank merencanakan untuk mengikuti persyaratan SAS 22 (AU 311) dan menyertakan sebuah pernyataan dalam kertas kerja bahwa ia tidak setuju dengan keputusan rekannya.  Rekannya meminta Frank agar sependapat dengan dirinya untuk menyetujui penggunaan metode tersebut karena metode tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun dan diyakini ketepatannya.  Rekannya menawarkan surat pernyataan bahwa bila terjadi suatu permasalahan hukum, maka ia mengambil tanggung jawab penuh akan hal tersebut
 Mengidentifikasi isu-isu etika berdasarkan fakta-fakta tersebut.  Isu etika dari dilema tersebut adalah apakah merupakan hal yang etis bagi Frank untuk mengeluarkan pernyataan bahwa ia tidak setuju dengan keputusan rekannya mengingat rekan merupakan orang yang membuat keputusan akhir serta berada di atas kedudukannya saat ini sebagai manajer senior.

- Konsekuensi dari setiap alternatif :
      Jika ia menyetujui pendapat dan tawaran surat pertanggung jawaban dari rekannya kemungkinan hal ini dapat berpengaruh besar bagi hasil audit ini nantinya. Jika timbul permasalahan hukum maka hal ini dapat membuat perusahaanya (Bright and Lorren,CPA), rekannya, dan ia sendiri dituntut oleh kliennya karena melakukan kesalahan selama pelaksanaan audit.

- Tindakan Yang tepat
      Keputusan sepenuhnya berada di tangan Frank, tentunya ia harus mempertimbangkan masak-masak akan dilema yang diadapinya saat ini. Secara ekstrim, jika ia tetap menjunjung akan SPAP dan PSAK maka ia akan tetap menuliskan ketidak setujuannya akan keputusan rekannya dalam menangani kasus tersebut mengingat metode akuntansi yang digunakan klien tidaklah sesuai dengan aturan yang diberikan SEC. Namun jika ia menyetujui pendapat rekannya maka kemungkinan ia akan memperoleh kedudukannya sebagai rekan yang akan ia peroleh 1 atau 2 tahun ke depan serta adanya pandangan bahwa ia telah menunjukkan sikap menghargai dan menghormati keputusan rekannya. Sementara di satu pilihan lainnya Frank dapat memilih untuk tidak melakukan kegiatan penugasan tersebut melihat adanya risiko yang cukup besar pada hasil auditnya nanti.




Selasa, 14 Oktober 2014

ETHICAL GOVERMENCE

1. Geovernance System 
           Istilah system pemerintahan adalah kombinasi dari dua kata, yaitu: “sistem” dan “pemerintah”. Berarti system secara keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian yang memiliki hubungan fungsional antara bagian-bagian dan hubungan fungsional dari keseluruhan, sehingga hubungan ini menciptakan ketergantungan antara bagian-bagian yang terjadi jika satu bagian tidak bekerja dengan baik akan mempengaruhi keseluruhan. Dan pemerintahan dalam arti luas memiliki pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan dalam menjalankan kesejahteraan Negara dan kepentingan Negara itu sendiri. Dari pengertian itu, secara harfiah berarti system pemerintahan sebagai bentuk hubungan antar lembagan egara dalam melaksanakan kekuasaan Negara untuk kepentingan Negara itu sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Menurut Moh. Mahfud MD, adalah pemerintah Negara bagian system dan mekanisme kerja koordinasi atau hubungan antara tiga cabang kekuasaan yang legislatif, eksekutif dan yudikatif (Moh. Mahfud MD, 2001: 74). Dengan demikian, dapat disimpulkan system adalah system pemerintahan Negara dan administrasi hubungan antara lembaga Negara dalam rangka administrasi negara.
Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi :
  1. Presidensial merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif.
  2. Parlementer merupakan sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Berbeda dengan sistem presidensiil, di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan.
  3. Komunis adalah paham yang merupakan sebagai bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis yang merupakan cara berpikir masyarakat liberal.
  4. Demokrasi liberal merupakan sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah liberal merupakan sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.

            Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.
2. Budaya Etika
        Pendapat umum dalam bisnis bahwa perusahaan mencerminkan kepribadian pemimpinnya. Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.
Bagaimana budaya etika diterapkan? Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Hal tersebut dicapai melalui metode tiga lapis yaitu:
  1. Menetapkan credo perusahaan. Merupakan pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai etis yang ditegakkan perusahaan, yang diinformasikan kepada orang-orang dan organisasi-organisasi baik di dalam maupun di luar perusahaan.
  2. Menetapkan program etika. Suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan lapis pertama. Misalnya pertemuan orientasi bagi pegawai baru dan audit etika.
  3. Menetapkan kode etik perusahaan. Setiap perusahaan memiliki kode etiknya masing-masing. Kadang-kadang kode etik tersebut diadaptasi dari kode etik industri tertentu.

3.  Mengembangkan Etika Struktur Korporasi
         Membangun entitas korporasi dan menetapkan sasarannya. Pada saat itulah perlu prinsip-prinsip moral etika ke dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan diterapkan, baik dalam entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku bisnis sendiri. Penerapan ini diharapkan etika dapat menjadi “hati nurani” dalam proses bisnis sehingga diperoleh suatu kegiatan bisnis yang beretika dan mempunyai hati, tidak hanya sekadar mencari untung belaka, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup, masyarakat, dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).
4.  Kode Perilaku korporasi
         Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders. Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan kode perilaku korporasi (corporate code of conduct) adalah sebagai berikut:
Sosialisasi dan Workshop. Kegiatan sosialisasi terutama untuk para pejabat telah dilaksanakan dengan harapan bahwa seluruh karyawan PT NINDYA KARYA (Persero) mengetahui & menyadari tentang adanya ketentuan yang mengatur kegiatan pada level Manajemen keatas berdasarkan dokumen yang telah didistribusikan, baik di Kantor Pusat, Divisi maupun ke seluruh Wilayah.
Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.
Adapun Prinsip-prinsip Good Corporate Governance di PT NINDYA KARYA (Persero) adalah sebagai berikut :
  • Pengambilan Keputusan bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, tata kerja korporat, kebijakan dan struktur organisasi.
  • Mendorong untuk pengembangan perusahaan, pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien.
  • Mendorong dan mendukung pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stake holder lainnya.

Dalam mengimplementasikan Good Corporate Governance, diperlukan instrumen-instrumen yang menunjang, yaitu sebagai berikut:
  • Code of Corporate Governance (Pedoman Tata Kelola Perusahaan), pedoman dalam interaksi antar organ Perusahaan maupun stakeholder lainnya.
  • Code of Conduct (Pedoman Perilaku Etis), pedoman dalam menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis antara Perusahaan dengan Karyawannya.
  • Board Manual, Panduan bagi Komisaris dan Direksi yang mencakup Keanggotaan, Tugas, Kewajiban, Wewenang serta Hak, Rapat Dewan, Hubungan Kerja antara Komisaris dengan Direksi serta panduan Operasional Best Practice.
  • Sistim Manajemen Risiko, mencakup Prinsip-prinsip tentang Manajemen Risiko dan Implementasinya.
  • An Auditing Committee Contract – arranges the Organization and Management of the Auditing Committee along with  its Scope of Work.
  • Piagam Komite Audit, mengatur tentang Organisasi dan Tata Laksana Komite Audit serta Ruang Lingkup Tugas.

5.  Evaluasi terhadap Kode Perilaku Korporasi
     Evaluasi terhadap kode perilaku korporasi dapat dilakukan dengan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.


Contoh Kasus Ethical Governance :
        Seperti kasus korupsi dan suap yang belakangan ini kian merebak. Di sinilah Kepemimpinan Etis adalah sebuah kebutuhan. Hanya jika manajemen set yang jelas, tegas dan kontrol kebijakan penetapan toleransi nol, bisa memastikan praktik yang baik. Pejabat- pejabat yang Korup sungguh telah melanggar etika profesi mereka terlebih lagi mereka adalah public figure yang sosoknya seringkali diidolakan atau diteladani oleh masyarakat umum. Sungguh sangat disayangkan bila kepemerintahan ini dinodai dengan hal-hal yang hanya menguntungkan diri sendiri. Seperti kasus korupsi dan kasus suap itu hanya menguntungkan pribadi mereka sendiri. Sementara diluar sana masih banyak rakyat miskin yang untuk makan pun sulit. Disinilah moral dan norma seharusnya bisa selalu dipatuhi oleh para pejabat negara agar kasus yang merugikan banyak pihak seperti itu pun bisa dicegah dan dimusnahkan. Agar tercipatanya suatu pemerintahan dengan etika yang baik dan dapat menjadi contoh masyarakat luas.

Sumber :
http://dianmei.wordpress.com/2013/10/23/governance-system/
http://giaprinatama.blogspot.com/2012/10/ethical-governance-tugas-wajib-minggu-3.html

Kamis, 19 Juni 2014

TUGAS SOFTSKILL 4

Exercise 41 : Know / Know How

1. Know                       
2. Know
3. Know
4. Know How
5. Know How
6. Know How
7. Know How
8. Know
9. Know How
10. Know How

Exercise 42 : Clauses of concessions ( change the sentences )

1. Although his dislike for office, she drank it to keep herself warm.
2. Mary will ttake a plane, in spite of she dislike flying.
3. Although Marcy’s sadness at losing the contest, she managed to smile.
4. We took many picture’s despite the sky was cloudy.
5. Even though her poor memory, the old woman told interesting stories to the children.
6. In spite of he has been absent frequently, he has managed to pass the test.
7. Nancy told me the secret, though having promised to do so.
8. We plan to buy a ticket for the drawing even though we know we will not win a prize.
9. Even though the high prices, my daughters insist on going to the movies every Saturday.
10. He ate chocolate cake in spite of he is on diet.

Exercise 43 : Problem Verbs

1. Lays
2. Sit
3. Lay
4. Raised
5. Raise
6. Lay
7. Laying
8. Raised
9. Rises
10. Set

Mini-Test 3

1. C                  11. A               21. B               31. A               41. A
2. B                  12. A               22. A               32. C               42. A
3. C                  13. C               23. C               33. C               43. D
4. D                  14. B               24. A               34. C               44. A
5. C                  15. B               25. C               35. C               45. A
6. A                  16. A               26. B               36. A               46. A
7. A                  17. A               27. B               37. A               47. D
8. A                  18. A               28. A               38. A               48. A
9. A                  19. A               29. A               39. A               49. B
10. C                20. D               30. A               40. A               50. A

SOAL UTS

I. Correct these incorrect sentences.
# I wish that you can repair my broken computer
& Lintang would rather eat orange than apple.
# Brenda prefers go to Berlin than go to Paris.
& She wish that she could come to the party.
# This car costs twenty dollar.
& Angel is supposed to studying tonight.
# It may has rained last night.
& Depok’s climate is different than Bekasi’s.
# These are twenty-dollars shoes.
& Olivia should has finished her study.
# His car runs as fast a race car.
& Edwin had better to become a Pilot.
# The little boy’s mother bought him a racing bicycle for his birthday.
& Edwin spent such enjoyable vacation in Europe this sumer that he plans to return as soon he saved enough money.


II. Supply the correct form of the verb, adjective or adverb of the following sentences.
# Could
& Would
# Might
& Soon
# Had
& Might
# Would
& Badly
# Well
& Would
#Would
& Fluent
# Sick
& Could
# Might
& Fast
# More
& As

III. Change these Active sentences into Passive sentences.
# A bowl of bakso had been eaten by me.
& The broken computers had been repaired by us.
# A new dress has been given me last week by her.
& English is being studied by them.
# A  lot of letters has been given me every mounth by her.
& The question was being answerd correctly by Brenda.
# Mr. Theodorus will be called tonight by Mr. Robert.
& The HP should be switch off in the train by you.

Rabu, 14 Mei 2014

TUGAS SOFTSKILL 3

Exercise 35 : Passive Voice

  1. The president is called by somebody every day. 
  2. The other members are being called by John.
  3. The documents were being delivered to the Department by Martha. 
  4. The amendment has been relpealed by other members.
  5. The information had been received before the recess by the delegates.
  6. The supplies should be bought for this class by the teacher.
  7. Mr. Watson will be called tonight by somebody.
  8. Considerable damage has been caused by the fire.
  9. A new procedure was being developed before the bankruptcy hearings begin by the company.
  10. The papers will have been received by tomorrow by John. 

Exercise 36: Causative Verbs

  1. The teacher made Juan leave  the room.
  2. Toshiko had her car repaired by a mechanic.
  3. Ellen got Marvin type her paper.
  4. I made Jane call  her friend on the telephone.
  5. We got our house painted last week. 
  6. Dr. Byrd is having students write a composition.
  7. The policemen made the suspect lie on the ground.
  8. Mark got his transcripts sent to the university.
  9. Maria is getting her hair cut tomorrow.
  10. We will have to get the Dean sign this form.
  11. The teacher let Al leave the classroom.
  12. Maria got Ed wash the pipettes.
  13. She always has her car fixed by the same mechanic.
  14. Gene got his book published by a subsidy publisher.
  15. We have to help Janet find her keys. 

Exercise 37:  Relative Clauses

  1. The last record which produced by this company became a gold record.
  2. Checking accounts that require a minimum balance are very common now. 
  3. The professor whom you spoke yesterday is not here today. 
  4. John whose grades are the highest in the school has received a scholarship. 
  5. Felipe bought a camera which has three lenses.
  6. Frank is the man who we are going to nominate for the office of treasurer. 
  7. The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident. 
  8. Jane is the woman who is going to China next year. 
  9. Janet wants a typewriter that self-corrects. 
  10. The book which I found last week contains some useful information.
  11. Mr. Bryant whose team has lost the game looks very sad. 
  12. James wrote an article which indicated that he disliked the president. 
  13. The director of the program who graduated from Harvard University is planning to retire next year. 
  14. This is the book that I have been looking for all year. 
  15. William whose brother is a lawyer wants to become a judge.

Exercise 38: Relative Clause Reduction

  1. George is the man chosen to represent the committee at the convention. 
  2. All of the money accepted has already been released.
  3. The papers on the table belong to Patricia.
  4. The man brought to the police station confessed to the crime.  
  5. The girl drinking coffee is Mary Allen.
  6. John's wife, a professor, has written several papers on this subject.
  7. The man talking to the policeman is my uncle.
  8. The book on the top shelf is the one that I need.
  9. The number of students counted is quite high.
  10. Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day. 

Exercise 39: Subjunctive

  1. The teacher demanded that the student left the room (correct).
  2. It was urgent that he call her immediately.
  3. It was very important the we delay discuccion (correct).
  4. She intends you to move that the committee suspends discussion on this issue.
  5. The king decreed that the new laws took effect the following month (correct).
  6. I propose that you should stop this rally (correct).
  7. I advise that you take the prerequisites before registering for this course.
  8. His father prefers that he attends a different university (correct).
  9. The faculty stipulated that the rule be abolished (correct).
  10. She urge that we found another alternative

Exercise 40: Inclusive

  1. Julia speaks not only Spanish but also French.
  2. She bought the yellow sweater but also the beige skirt.
  3. They have houses both in the country and in the city.
  4. He is not only industrious but also ingenious.
  5. Her children have American cousins as well as Spanish one.
  6. Their European tour includes as well as Germany and Austria but also Switzerland.
  7. He bandaged the arm both tightly but also quickly.
  8. Clark not only practices law but also teaches it.
  9. Tom Tryon is a playwright as well as an actor.
  10. The bride’s bouquet included roses but also orchids.

Jumat, 25 April 2014

TUGAS SOFTSKILL

Exercise 31: Nouns Functioning as Adjectives
1.      Sam’s new apartment is in a twelve-story building.
2.      We are the language teachers.
3.      My parents saw a three-act play lastnight.
4.      The manager said that it would be a two day sale.
5.      Hal bought a 79 piece tool set.
6.      Margie has a five-shelve bookcase.
7.      I need two 16 ounce cans of tomatocs.
8.      I’m looking for a six-quart pressure cooker.
9.      He is a specialist at building made of brick houses.
10.  Mrs. Jansen just bought her daughter a ten speed bicycle.

Exercise 32: Enough
1.      There were not enough people to have the meeting.
2.      Allen has learned French enough to study in France next year.
3.      Do you have enough time to talk now?
4.      She drove fast enough to win the race.
5.      Mike will graduate from law school soon enough to join his father’s firm.
6.      We arrived early enough to have some coffe before class began.
7.      It has rained hard enough to flood the low-lying areas.
8.      You should type slowly enough that you will not make an error.
9.      He has just enough flour to bake that loaf of bread.
10.  There are enough books for each student to have one.

Exercice 33: Because / Because Of
1.      It was difficult to deliver the letter because the sender had written the wrong address on the envelope.
2.      We decided to leave early because the party was boring.
3.      Rescue attempts were temporarily halted because of the bad weather.
4.      They visited their friends often because they enjoyed their company.
5.      Paul cannot go to the football game because of his grades.
6.      Marcella was awarded a scholarship because of her superior scholastic ability.
7.      Nobody ventured outdoors because of the hurricane warnings.
8.      We plan to spend our vacation in the mountains because of the air is purer there.
9.      We have to drive around the bay because of the bridge was destroyed in the storm.
10.  The chickens have died because of intense heat.

Exercise 34: So / Such
1.      The sun shone so brightly that Maria had to put on her sunglasses.
2.      Dean was such a powerful swimmer that he always won the races.
3.      There were so few students registered that the class was cancelled.
4.      We had so wonderful memories of that place that we decided to return.
5.      We had such good time at the party that we hated to leave.
6.      The benefit was so great a success that the promoters decided to repeat it.
7.      It was such a nice day that we decided to go to the beach.
8.      Jane looked so sick that the nurse told her to go home.
9.      Those were so difficult assignments that we spent two weeks finishing them.
10.  Ray called at such an early hour that we weren’t awake yet.
11.  The book looked so interesting that he decided to read it.
12.  He worked so carefully that it took him a long time to complete the project.
13.  We stayed in the sun for such a long time that we became sunburned.
14.  There were so many people on the bus that we decided to walk.
15.  The program was so entertaining that nobody wanted to miss it.


Mini – Test 2 for Grammar Items 15 Through 20



1.     C                                             
2.     D
3.     B
4.     D
5.     C
6.     C
7.     C
8.     C
9.     C
10. B
11. A
12. A
13. B
14. A
15. B
16. A
17. A
18. C
19. D
20. A
21. A
22. B
23. D
24. A
25. D
26. C
27. D
28. C
29. D
30. D
31. A
32. A
33. D
34. D
35. D
36. D
37. C
38. D
39. C
40. C
41. D
42. D
43. D
44. B
45. B
46. A
47. D
48. A
49. C
50. A


Tulisan

"Teman kamu hamil diluar nikah orang tuanya tidak setuju, pacarnya tidak ingin bertanggung jawab. ceweknya mau bunuh diri. gimana saran dan solusinya buat cewek itu?"

I think 1000x considered again because there are still many out there who still have in reach and also kill himself it is not the way to solve the problem if indeed no one cares you can go it alone because it's sustenance in the hands of god is not a man who decided so it's all still can live not only because you are experiencing a lot out there that is the same boat with you, but they can live.